Seorang pemilik toko kelontong baru saja membuka pintu tokonya ketika ia melihat seekor anjing merah berbelang putih berdiri di depan tokonya dengan sebuah gulungan kertas kecil di mulutnya. Anjing itu melepaskan gulungan kertas tersebut dari gigitannya dan sang pemilik toko yang penasaran mengambilnya. Di dalam kertas tersebut ada uang sebesar Rp 50.000,- dan catatan belanjaan: 1/4 kg mentega, 1 ons kayu manis bubuk, 1 ons pengembang kue. Pemilik toko segera menyiapkan bahan-bahan yang dipesan, memasukkan uang kembalian ke dalam kantong belanja dan memberikan belanjaan itu kepada anjing. Anjing itu segera membawa kantong berisi belanjaan dengan mulutnya. Pemilik toko yang penasaran dan kagum terhadap si anjing, diam-diam mengikuti anjing itu dari belakang. Ia melihat si anjing pintar menunggu di halte, sambil memperhatikan bus-bus yang lewat. Tak lama kemudian, bus dengan nomor 31 lewat dan si anjing langsung naik. Di pinggir sebuah jalan besar ia turun dan menuju ke sebuah rumah dengan halaman yang luas. Pemilik toko memperhatikan bagaimana anjing pintar itu menggonggong sambil mengelilingi rumah. Karena pintu tidak dibukakan ia mulai membentur-benturkan tubuhnya ke daun pintu, hingga akhirnya seorang ibu bertampang galak membuka pintu. Berkali-kali ia memukul di anjing dengan tongkat. Karena tidak tahan, si pemilik toko mendekat dan bertanya, "Mengapa Ibu memukul anjing istimewa ini ? Aku belum pernah melihat anjing sepintar ini," katanya. "Kamu bilang anjing ini pintar ? Anjing bodoh ini sudah berapa kali pergi dan lupa membawa kunci," jawab si ibu pemilik anjing.
Kisah di atas merupakan gambaran untuk kita yang seringkali tidak bisa mensyukuri pemberian-pemberian berharga dari Tuhan. Karena terlalu banyak menuntut, maka kita buta terhadap banyak kebaikan dan kemurahan yang Tuhan berikan yang sudah seharusnya kita syukuri. Belajarlah melihat kebaikan Tuhan dan bersyukurlah.
(Sumber: Manna Sorgawi)
Selengkapnya..
12.5.09
Belajar Bersyukur
Bersyukur Berarti Memuliakan Tuhan
Seorang gadis kecil bermimpi, ia pergi ke Sorga dengan ditemani oleh seorang malaikat. Ia dibawa masuk ke sebuah ruangan besar yang dipenuhi oleh para malaikat. "Ini adalah ruangan penerimaan. Di sinilah diterima dan disimpan semua permohonan yang ditujukan kepada Tuhan", kata malaikat itu menjelaskan. Gadis kecil itu heran melihat begitu banyak malaikat yang memilah-milah permohonan manusia dari seluruh dunia. Kemudian mereka berjalan keluar dan masuk ke ruangan kerja kedua. "Ini adalah ruang pengepakan dan pengiriman. Disini permohonan yang diminta maunsia diproses dan dikirimkan kepada mereka yang meminta", kata malaikat itu menjelaskan. Gadis itu kembali melihat para malaikat yang sangat sibuk bekerja di ruangan itu. Tak lama kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah pintu yang sangat kecil. Saat masuk, gadis kecil itu melihat hanya satu malaikat yang bekerja disana dan malaikat itu hampir tidak melakukan apa pun. "Ini adalah ruang penerimaan ucapan terima kasih" kata malaikat itu menjelaskan. "Kenapa hampir tidak ada pekerjaan disini ?", tanya gadis kecil itu penasaran. "Menyedihkan memang, setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, haya sedikit yang menyatakan rasa syukur mereka kepada Tuhan", kata malaikat itu sambil menghela nafas. "Bagaimana manusia seharusnya menyatakan rasa syukur atas berkat yang mereka terima ?", tanya gadis kecil itu dengan polos. "Sederhana sekali, mereka cukup berkata: Terima kasih Tuhan. Atau bisa bersaksi dan membuat kebajikan kepada sesama".
Bersyukur bukanlah pekerjaan yang sulit, tetapi kita acapkali lupa untuk melakukan perkara yang merupakan korban yang berkenan di hadapan Tuhan ini.
(Sumber: Manna Sorgawi)
Selengkapnya..
10.5.09
Ubah Kualitas Dirimu
Minggu pagi yang indah, dari kosan saya di Tangerang saya berangkat gereja ke Jakarta Barat. Kok gerejanya jauh amat yak ? kayak di Tangerang ga ada gereja aja, hee. Ya itung-itung jalan-jalan lah, di kosan terus bosan euy. Paling ngenet kalau pas libur sabtu minggu gitu, hee. Naik busway dari terminal kalideres ke halte grogol terus di jemput teman disana, baru ke gereja bareng.
Nah di gereja ini nih inti ocehan saya kali ini, hee. Setelah tiba di gereja, pertama kan kita muji-muji Tuhan setelah itu doa, baru masuk ke pembacaan dan perenungan Firman Tuhan. Tapi kali ini sebelum perenungan Firman, ada seseorang yang bersaksi. Dari kesaksian orang ini, saya mendapat sesuatu yang baik dan pikiran saya serasa dibukakan (jadi selama ini tertutup donk, hihi). Setelah panjang lebar orang tersebut mengoceh.. eh salah.. bersaksi dink.. hee, ada satu pernyataan yang bagus yang dia katakan. Dia bilang begini: "jika engkau ingin menjadi yang terbaik, ubahlah kualitas dirimu".
Apa maksudnya mengubah kualitas diri ? Maksudnya adalah kita harus berusaha yang terbaik, kita melakukan apa yang terbaik yang dapat kita lakukan. Ingat..!! yang terbaik bukan hanya yang baik. Dan sisanya biar Tuhan yang melakukan bagian-Nya. Kadang kita seringkali memimpikan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita tapi usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan impian itu tidaklah sebanding. Kita hanya melakukan suatu yang baik bahkan lebih parahnya lagi kita hanya leyeh-leyeh alias bersantai bukannya melakukan yang terbaik.
Kesaksian orang ini membuka mata dan pikiran saya lebar-lebar untuk mengubah kualitas diri saya. And for all, ubah kualitas dirimu biar kamu bisa jadi yang terbaik dimana pun kamu berada. Ok..Ok.. ^_^
"Do your best and let God do the rest, just trust" (weitz.. gaya amat ya gw ngomong, hee)
Selengkapnya..