20.6.09

Bersyukurkah Kita ?

20.6.09

Dalam hidup ini, ketika engkau merasa sedih karena tidak diterima oleh teman-temanmu, ingatlah bayi-bayi malang yang ditolak bahkan dibuang oleh orang tua kandungnya di tempat sampah atau di pinggir jalan.

Ketika engkau merasa sendiri, bayangkanlah seorang nenek tua yang hidup sendirian dan selama seminggu menunggu anak serta cucunya menjenguknya di akhir pekan.

Ketika engkau dilecehkan orang melalui kata-kata yang tajam, bayangkanlah para pengemis yang setiap hari dilecehkan orang tetapi mereka masih tegar.

Ketika engkau putus cinta dan merasa kesepian, bayangkanlah orang-orang yang selalu bertepuk sebelah tangan dan tidak pernah merasakan cinta dari seorang kekasih.

Ketika engkau berdiri di depan cermin dan menemukan sehelai rambut putih di kepala, ingatlah orang yang sakit kanker, tanpa rambut di kepala karena pengaruh kemoterapi.

Ketika engkau mulai bersungut-sungut mengenai gaji yang engkau terima, bayangkanlah seseorang yang berjalan kaki membawa map lamaran kerja, namun tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang sangat ia harapkan.

Ketika engkau bersungut-sungut karena masakan ibumu tidak seperti yang engkau harapkan, bayangkanlah anak-anak korban tsunami yang tidak mempunyai ibu lagi untuk memasak makanan bagi mereka.

Ketika engkau merasakan bahwa rumah yang engkau tempati itu kecil dan tidak bagus, bayangkanlah tunawisma yang sama sekali tidak punya rumah untuk ditempati.

Ketika engkau tidak merasa puas karena suaramu tidak semerdu orang lain, ingatlah seorang tunarungu yang tidak bisa berbicara tetapi belajar keras untuk bisa berbicara.

Ketika engkau tidak puas dengan tinggi badanmu atau bentuk rambutmu yang tidak sebaik yang lain, ingatlah mereka yang dilahirkan dengan tubuh yang cacat, namun bisa menjalani kehidupan dengan antusias.

Ketika engkau kehilangan sedikit uang dan engkau sangat marah dan damai sejahteramu hilang, ingatlah para korban bencana alam yang kehilangan seluruh harta milik mereka.

Ketika engkau merasa kesal karena batuk pilek dan pusing kepala, bayangkanlah orang-orang yang divonis dokter mengidap penyakit berat dan sulit diobati.

Pesan penting dari pernyataan-pernyataan di atas adalah mengucap syukurlah untuk keberadaan kita sekarang ini. Jika kita hanya memandang kepada masalah dan kesulitan kita sendiri, akan sulit bagi kita untuk bersyukur karena manusia tidak pernah puas. Tetapi jika kita mencoba melihat sekeliling kita, maka kita akan sadar bahwa kita adalah orang yang beruntung. Apa yang Tuhan berikan adalah kebaikan semata, jika kita tidak menganggapnya demikian, itu karena kita hanya melihatnya dari kacamata manusia yang terbatas.

(Sumber: Manna Sorgawi)

Related Posts:



Widget by Scrapur

0 comments:

Poskan Komentar